Showing category "Tintaku" (Show all posts)

Bunda

Posted by Abdullah Azis on Thursday, June 16, 2011, In : Tintaku 
Bunda
karya : Abdullah azis

Diri ini jauh sebelum hari ini
masih dalam pangkuanmu
engkau pangku aku kemanapun kau pergi
tak pernah merasa letih sedikitpun untuk merawatku
Belaian kasih sayangmu sangat hangat dikalbu
Tiada wajah saat itu yang aku sayang
yang masih melekat kuat dimemori ini kecuali wajahmu
Tak akan pernah terbalas kasih sayangmu sepanjang masa
namun sikapku tak sebanding dengan kasih dan sayangmu
Tak mampu diri ini menahan air mata
Kini engkau tak seperti dulu
Keadaanmu kini sangat lemah
Tul...

Continue reading ...
 

Bulan

Posted by Abdullah Azis on Thursday, June 16, 2011, In : Tintaku 
Bulan
karya : Abdullah Azis

Indahnya wajah itu merasuk hingga kelubuk hati
Wajah yang bersinar namun dari jauh kumemandang
Sinarnya tak hanya menerang malam
namun mampu menerangi gelapnya hatiku
Tak berkedip kumemandangnya
takut akan hilang dari sotot mata
Wajah yang sangat indah
walau dari dulu hingga saat ini
Tetap seperti ini,tetap indah dan mempesona
Tak pernah jenuh kumemandangnya
walau dari dulu hingga saat ini
Tetap menatap kelangit hingga terbit fajar
Wajah yang indah,tetaplah engkau disana
Jangan m...

Continue reading ...
 

Bukan Takdir

Posted by Abdullah Azis on Thursday, June 16, 2011, In : Tintaku 
Bukan Takdir
karya : Abdullah Azis

Hidup yang hampa
Hanya bisa diam kemudian menangis lagi
Hidup yang rumit
Hari ini iya,esok tidak
Hari ini sangat yakin,esok ragu
Hari ini memegang  teguh pendiriran,esok berubah
Hanya bisa diam kemudian menangis lagi
Hati yang bimbang,ragu apakah akan berhasil
Hancur sudah,belum tahu hasil tapi hati sudah ragu
Hanya bisa menyesal,padahal semua belum terjadi
Harapan hati ingin berhasil tapi diri takut untuk mencoba
    Hanya bisa berharap,tapi diri tak pernah berusaha
Diri...

Continue reading ...
 

Dari Seekor Anak Tupai

Posted by Abdullah Azis on Sunday, June 12, 2011, In : Tintaku 
Dari Seekor Anak Tupai
karya : Abdullah Azis

Aku duduk sambil menatap sebuah pohon
dari jendela dibelakang rumahku
Seekor anak tupai sedang asiknya belajar melompat
dari pohon ke pohon lainnya
Ia terjatuh, lalu memanjat kembali pohon itu
kemudian ia melompat lagi ke pohon lainnya
Lalu ia terjatuh lagi dan memanjat kembali pohon itu
kemudian ia melompat kembali ke pohon lainnya
Lalu ia terjatuh lagi dan ia mengulangi hal yang sama hingga berulang kali tanpa lelah
Dalam hati aku berkata,
Pantaslah seekor ...

Continue reading ...
 

Titik Hitam

Posted by Abdullah Azis on Sunday, June 12, 2011, In : Tintaku 
Titik Hitam
karya : Abdullah Azis

Selembar kertas yang kini ditanganku
telah engkau percayakan kemarin padaku
Lalu aku yakinkan lagi dihatimu
karena kertas itu masih putih bersih
Dan kau masih tetap teguh pada pendirianmu
Pada sebuah peti baja aku simpan kertas itu
dengan tujuh penjaga yang gagah perkasa
yang setia menjaganya
Hari ini,engaku ingin melihat kembali kertas itu
Masihkah seperti yang kemarin
putih bersih tanpa noda
.
Dengan tujuh penjaga yang setia mengawaliku
aku serahkan kertas itu padamu
Lal...

Continue reading ...
 

Pohon Yang Bernyanyi

Posted by Abdullah Azis on Sunday, June 12, 2011, In : Tintaku 
Pohon Yang Bernyanyi
karya : Abdullah Azis

Pohon yang bernyanyi itu mengingatkan aku
Nyanyiannya membawa diriku
ketika aku jalan berdua dengannya
Suaranya sangat merdu
hingga menggetarkan kalbuku
Iramanya tersusun rapi
Nadanya bergetar mengugurkan daun-daun tua
yang masih melekat paada rantingnya
Mentari yang baru saja bangun dari tidurnya
hanya karena ingin mendengarkanmu bernyanyi
Begitu pun aku,
aku masih ingin mendengarkanmu bernyanyi
aku masih ingin merasakan kerika aku dulu jalan berdua dengannya
Poho...

Continue reading ...
 
 
 
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ
Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji),  serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman).  (Surah Ali `Imran: 110)

Make a free website with Yola